Hakikat Manusia By Ilmukita

 Hakikat Manusia

 1. Pengenalan Hakikat Manusia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, Hakikat memiliki dua
definisi,yaitu intisari atau dasar dan kenyataan yg sebenarnya
(sesungguhnya). 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, manusia memiliki  definisi,yaitu makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
 

Kata hakikat (Haqiqat)  merupakan kata benda yang berasal dari bahasa
arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok
yaitu kata “hak“ yang berarti milik (kepunyaan), kebenaran, atau yang benar-
benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak
atau sumber dari segala sesuatu.

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal.Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

Dapat disimpulkan bahwa Hakikat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang  sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran, Akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konvensi, hakikat seperti disebut sebagai hakikat secara adat kebiasaan.

Sementara, manusia merupakan makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif

A. Hakikat Manusia Bersumber dari Alquran

Hakikat manusia didalam Al Quran disebutkan menjadi 5 konsep yaitu :

1. Al-Basyar adalah gambaran manusia secara materi, yang dapat dilihat, memakan sesuatu, berjalan, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya hal tersebut tertera dalam surah Al-Anbiya’ [QS.21:1-8] 

2. Al-Insan menjadi kata yang cocok untuk menggambarkan manusia dikarenakan kecenderungannya akan sifat pelupa sehingga memerlukan teguran dan peringatan. 

3. Bani Adam memiliki artian keturunan atau cucu Nabi Adam As. Penyebutan kata bani Adam didalam Al-Quran sebanyak 9 kali, salah satunya dalam surah Yasin [QS.36:60] hal ini berfungsi sebagai penekanan untuk menunjukkan asal-usul manusia ialah dari sang Awwal Anbiya, sehingga proses penciptaan dan segala aspek kehidupan sama persis dengan leluhurnya.

4. An-Nas sering diidentikkan untuk menyebutkan sebuah golongan, atau kelompok manusia sebagai makhluk sosial Manusia yang disebut sebagai An-Nas sangat ditekankan untuk menjalin relasi sosial sebagaimana tertuang dalam surah An-Nisa (QS.4:1)

5. Al-Ins memiliki makna yang serupa dengan kata al-Insan namun akar kata Al-Ins lebih ditekankan pada kata annasa yang artinya jinak / ramah, karena kata al-ins selalu disandingkan dengan jinn atau jann dalam Al-Quran, sebagaimana ini dijelaskan juga pada [Q.S 51:56]

B. Hakikat Manusia Menurut Para Ahli

  • Al Ishfahany menjelaskan manusia memiliki arti mahkluk yang diciptakan yang tidak bisa hidup kecuali bersama dengan manusia lainnya.
  • Ibn Manzur mendefenisikan manusia sebagai mahkluk yang mampu melihat, bernalar, berpikir, dan berilmu.
  • Al Ghazali menjelaskan hakikat manusia adalah jiwa, subtansi yang teersendiri, yang mempunyai daya mengetahui, bergerak dengan kemauanya dan penyempurna bagi bagian bgian yang lainnya. 
  • Socrates  menyatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon atau kewan yang bermasyarakat. Manusia adalah mahkluk yang ingin tahu dan membutuhkan orang lain untuk membuatnya keluar dari ketidak tahuannya.
  • Adam Smith menerangkan bahwa manusia sebgai homo economicus atau makhluk yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperoleh dan selkalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya
  • Max Schellet menerangkan bahwa manusa ialah  Das kranke tier atau hewan yang sakit yang selalu bermasalah dan gelisah.
  • Mircea Eliade menyatakan bahwa manusia adalah homo religiosus atau makhluk yang hidup dalam suatu alam yang sakral.
  • Martin Buber menurutnya manusia adalah sebuah eksitensi atau keberadaan yang memiliki potensi namun dibatasi oleh kesemetaan alam.
  • Immanuel kant berpendapat bahwa manusia adalah makhluk rasional, manusia bebas bertidaak sesuai alasan moral dan bukan hanya untuk kepentinganya sendiri.
  • Carler Darwin dalam teorinya mensejajarkan perubahan inheren satu spesias makhluk hidup kedalam semua ecolosi species mahkluk hidup . Ia menguraikan bahwa manusia dan kera memiliki nenek moyang yang sama.
  • Plato mengaktakan bahwa hakekat manusia itu ada tiga, yaitu roh, rasio (akal), dan kesenangan (nafsu)
  • Jhon Locke mengatakan bahwa jiwa manusia dilahirkan bersih, kemudian diisi oleh pengalaman yang didapatnya semasa hidup, hingga pengallaman itu yang menentukan keadaan manusia.

Dan banyak lainnya tokoh tokoh yang menjelaskan tetang hakikat manusia seperti : Nicolaus D. & A. Sudiarja, Abineno, Omar Mohammandal-Toumy Al-Syabany, I Wayan Watra, Erbe Sentanu, Thomas Hobbes, Abdurrahman An-Nahlawi, dan banyak lainnya

2. Kesimpulan

Berdasarkan prespektif Al-Quran dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan allah, manusia terdiri dari jasmani dan rohani, yang memiliki akal dan nafsu. Yang diciptakan dari tanah yang penuh dengan keistimewaan maupun kekurangan.

Sedangkan ilmu barat memandang hekekat manusia adalah sebagai makhluk materi yang dapat dibentuk dan menafikan sang pencipta.

1 Comments

  1. Hakikat Manusia By Ilmukita >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Hakikat Manusia By Ilmukita >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Hakikat Manusia By Ilmukita >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK Wd

    ReplyDelete
Previous Post Next Post

Contact Form